Mesjid Raya Baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman dibangun pertama oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M, namun telah terbakar habis pada agresi tentara Belanda kedua pada bulan shafar 1290/April 1873 M.
Rumah Adat Aceh
Rumah tradisional Aceh oleh warga setempat disebut rumoh Aceh. Bentuknya seragam, yakni persegi empat memanjang dari timur ke barat. Konon, letak yang memanjang itu dipilih untuk memudahkan penentuan arah kiblat.
Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh dirancang oleh arsitek asal Indonesia, Ridwan Kamil. Museum Tsunami Aceh terletak di pusat kota Banda Aceh kira-kira 1 Km dari Mesjid Raya Baiturrahman. Adapun fungsi museum ini adalah sebagai objek sejarah, sebagai pusat penelitian dan pembelajaran tentang bencana tsunami.
pantai Ulee Lheue
Salah satu pantai terindah di Aceh. Pantai ini sangat ramai dikunjungi pengunjung ketika sore hari untuk menikmati indahnya sunset yang tak akan pernah bisa dilupakan. Pantai ini pernah terkena terjangan tsunami tahun 2004.
Taman Sari
Ruang terbuka hijau yang terletak di tengah Kota Banda Aceh ini menyediakan beberapa fasilitas publik seperti taman bermain anak dan hotspot gratis. Taman ini merupakan taman terindah kota Banda Aceh.
Saturday, October 26, 2013
Gelar-Gelar Suku Aceh
kerajaan Lamuri (Aceh rayeuk/Aceh Lhee Sagoe)

Friday, October 18, 2013
Pantai Ulee Lheue, Pesona Indah di Hempasan Tsunami

Pantai Ulee Lheue, Aceh, merupakan kawasan wisata yang terkena dampak parah saat tsunami 2004. Meski sempat meluluhlantakkan hampir seluruh desa ini, Pantai Ulee Lheue tetap memancarkan pesona indah.
Museum Tsunami Aceh, Museum Tsunami pertama kali di Indonesia dengan desain yang unik
Masjid Raya Baiturrahman, Mesjid bersejarah dan megah
Rumoh Aceh, Rumah adat suku Aceh yang elegan
- Ruangan depan atau disebut dengan seuramoe reungeun merupakan ruangan yang tidak berbilik (berkamar-kamar). Dalam sehari-hari ruangan ini berfungsi untuk menerima tamu, tempat tidur-tiduran anak laki-laki, dan tempat anak-anak belajar mengaji saat malam atau siang hari. Disaat-saat tertentu, seperti ada upacara perkawinan atau upacara kenduri, maka ruangan inilah yang menjadi tempat penjamuan tamu untuk makan bersama.
- Ruangan tengah yang disebut dengan seuramoe teungoh merupakan bagian inti dari rumoh Aceh, maka dari itu banyak pula disebut sebagai rumoh inong (rumah induk). Sedikit perbedaan dengan ruang lain, di bagian ruangan ini terlihat lebih tinggi dari ruangan lainnya, karena tempat tersebut dianggap suci, dan bersifat sangat pribadi. Di ruangan ini terdapat dua buah bilik atau kamar tidur yang terletak di kanan-kiri, posisinya menghadap ke utara atau selatan dengan pintu yang menghadap ke belakang. Di antara kedua bilik itu terdapat pula gang yang menghubungkan ruang depan dan ruang belakang. Rumoh inong biasanya sebagai tempat tidur kepala keluarga. Bila anak perempuan baru saja kawin, maka dia akan menempati rumah inong ini. Sementara orang tuanya akan pindah ke anjong. Bila ada anak perempuannya yang kawin dua orang, orang tua akan pindah ke seuramoe likot, selama belum dapat membuat rumah baru atau merombak rumahnya. Di saat upacara perkawinan, mempelai akan dipersandingkan di bagian rumoh inong, begitu juga saat ada kematian rumoh inong akan digunakan sebagai tempat untuk memandikan mayat.
- Ruangan belakang disebut seuramoe likot yang memiliki tinggi lantai yang sama dengan seuramoe reungeun, serta tidak mempunyai bilik atau sekat-sekat kamar. Fungsinya sering dipergunakan untuk dapur dan tempat makan bersama keluarga, selain itu juga dipergunakan sebagai ruang keluarga, baik untuk berbincang-bincang atau untuk melakukan kegiatan sehari-hari perempuan seperti menenun dan menyulam. Namun, ada waktunya juga dapur sering dipisah dan malah berada di bagian belakang seuramoe likot. Sehingga ruang tersebut dengan rumoh dapu (dapur) sedikit lebih rendah lagi dibanding lantai seuramoe likot. Di bagian atas sering diberi loteng yang memiliki fungsi untuk menyimpan barang-barang penting keluarga.
- Motif keagamaan yang merupakan ukiran-ukiran yang diambil dari ayat-ayat al-Quran;
- Motif flora yang digunakan adalah stelirisasi tumbuh-tumbuhan baik berbentuk daun, akar, batang, ataupun bunga-bungaan. Ukiran berbentuk stilirisasi tumbuh-tumbuhan ini tidak diberi warna, jikapun ada, warna yang digunakan adalah merah dan hitam. Ragam hias ini biasanya terdapat pada rinyeuen (tangga), dinding, tulak angen, kindang, balok pada bagian kap, dan jendela rumah;
- Motif fauna yang biasanya digunakan adalah binatang-binatang yang sering dilihat dan disukai; Motif alam digunakan oleh masyarakat Aceh di antaranya adalah: langit dan awannya, langit dan bulan, dan bintang dan laut; dan
- Motif lainnya, seperti rantee, lidah, dan lain sebagainya.
Tamansari Banda Aceh, Alternatif Wisata Outdoor di Tengah Kota
Thursday, October 17, 2013
Hadih Maja sebagai Jati Diri Kedaerahan
Wednesday, October 16, 2013
Sejarah Gampong Lambaed
NO
|
PERIODE
|
NAMA KEUCHIK
|
KONDISI PEMERINTAHAN
|
NARA
SUMBER
|
KET.
| |
1
|
- 1944
|
Makam
|
Pemerintahan pra kemerdekaan Indonesia dan masih tunduk pada Kerajaan Aceh dan atau pemerintahan kolonial
|
Tgk. M. Amin
| ||
2
|
1944
– 1974
|
Banta
|
Pemerintahan yang masih mengedepankan sifat-sifat kebersamaan dan gotong royong
|
Tgk. M. Amin
| ||
3
|
1974 – 1976
|
M. Amin Yahya
|
Pemerintahan yang masih mengedepankan sifat-sifat kebersamaan dan gotong royong
|
Tgk. M. Amin
| ||
4
|
1976 – 1977
|
Idris
|
Pemerintahan yang masih mengedepankan sifat-sifat kebersamaan dan gotong royong
|
Tgk. M. Amin
| ||
5
|
1977 – 2001
|
Hasyem Abdullah
|
Pembangunan sarana Gampong sudah mulai dilakukan pada era pemerintahan ini
|
Tgk. M. Amin
| ||
6
|
2001 – 2002
|
Anwar Arsyad
|
Mengemban tugas pemerintah desa setelah Keuchik Hasyim Abdullah meninggal dunia akibat konflik
|
Ramli
|
Penjabat
| |
7
|
2002 – 2007
|
M. Yusuf Jalil
|
Perangkat Gampong sudah berfungsi dan pada masa ini Aceh berstatus darurat Militer dan Sipil dilanda konflik sehingga pemerintahan desa tidak normal
|
Ramli
| ||
8
|
2007 – Sekarang
|
Umar Abdullah
|
Perangkat Gampong sudah difungsikan sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing
|
NO
|
TAHUN
|
PERISTIWA
|
DAMPAK
|
NARA
SUMBER
|
KET
|
1
|
1944
|
Meunasah Kayu
|
- Adanya shalat berjamaah
- Adanya tempat musyawarah
- Adanya tempat kegiatan keagamaan
|
Tgk. M. Amin
| |
2
|
1977
|
Meunasah Panggung
|
- Adanya shalat berjamaah
- Adanya tempat musyawarah
- Adanya tempat kegiatan keagamaan
|
Tgk. M. Amin
| |
3
|
1980
|
Gedung PKK
|
- adanya kegiatan kaum perempuan
|
Ramli
| |
4
|
1992
|
Saluran irigasi
|
- Adanya saluran untuk pengairan sawah warga
- Tidak tergenang lagi sawah warga ketika musim penghujan
|
Ramli
| |
5
|
1992
|
Perluasan jalan
|
- lancar transportasi
|
Ramli
| |
6
|
2003
|
Pembangunan MCK
|
- Kesehatan dan Kebersihan
|
Tgk. M. Yusuf
| |
7
|
2007
|
Pengaspalan jalan
|
- lancar transportasi
|
Umar Abdullah
|
NO
|
NAMA DUSUN
|
BERBATASAN
| |||
UTARA
|
SELATAN
|
BARAT
|
TIMUR
| ||
1
|
Timpo
|
Dusun Gampong Blang
|
Gampong Melayo
|
Dusun Lammangi
|
Gampong Gue dan Krueng Anoi
|
2
|
Gampong Blang
|
Gampong Lambro Bileu dan Lambro Deyah
|
Dusun Timpo
|
Dusun Cot Beurandeh dan Lammangi
|
Gampong Krueng Anoi
|
3
|
Cot Beurandeh
|
Gampong Babah Jurong dan Lambro Deyah
|
Dusun Lammangi
|
Gampong Babah Jurong dan Ateuk Lueng Ie
|
Dusun Gampong Blang
|
4
|
Lammangi
|
Dusun Gampong Blang
|
Gampong Cot Puklat dan Meulayo
|
Gampong Ateuk Lueng Ie
|
Dusun Timpo
|
No
|
Dusun
|
Jumlah Jiwa
|
KK
|
Jenis Kelamin
|
Balita
| |
Laki
|
Perempuan
| |||||
1
|
Timpo
|
151
|
43
|
69
|
82
|
14
|
2
|
Gampong Blang
|
197
|
51
|
83
|
114
|
26
|
3
|
Lammangi
|
345
|
85
|
178
|
167
|
40
|
4
|
Cot Beurandeh
|
173
|
47
|
86
|
87
|
17
|
Jumlah penduduk
|
865
|
225
|
415
|
450
|
97
| |
Golongan
|
Jenis kegiatan sosial
|
1. Pemuda
|
· Gotong royong
· Melakukan takziah ke tempat orang meninggal dunia
· Pengajian rutin (Malam Jum’at)
· Berkunjung ke tempat orang sakit
|
2. Ibu-ibu
|
· Gotong royong
· Pengajian rutin (wirid Yasin)
· Arisan
· Takziah ke tempat orang meninggal
· Berkunjung ke tempat orang sakit atau melahirkan
· Kegiatan PKK
|
3. Bapak-bapak
(orang tua)
|
· Gotong royong
· Bersama-sama melakukan fardhu kifayah apabila ada warga yang meninggal dunia
· Takziah ke tempat orang meninggal
· Berkunjung ke tempat orang sakit
|
Dusun
|
Jumlah Penduduk
|
JmlKK
|
Mata Pencaharian
| |||||||
Lk
|
Pr
|
Total
|
Petani
|
Buruh Tani
|
PNS
|
Pensiunan
|
Swasta
|
Jml
| ||
TIMPO
|
82
|
69
|
151
|
42
|
70
|
9
|
3
|
1
|
22
|
105
|
GAMPONG BLANG
|
114
|
82
|
196
|
51
|
71
|
20
|
7
|
4
|
30
|
132
|
LAMMANGI
|
167
|
178
|
345
|
85
|
60
|
22
|
12
|
3
|
25
|
122
|
COT BEURANDEH
|
87
|
86
|
173
|
47
|
74
|
30
|
1
|
3
|
15
|
123
|
TOTAL
|
450
|
415
|
865
|
225
|
275
|
81
|
23
|
11
|
92
|
482
|
NO
|
PEMERINTAH
|
NON PEMERINTAH
|
1
|
Keuchik
|
PKK
|
2
|
Sekretaris Gampong
|
Pemuda/i
|
3
|
Kaur Pembangunan
|
Kader Gampong
|
4
|
Kaur Pemerintahan
|
Petani
|
5
|
Imum Meunasah
|
Kelompok Wirid/Yasin
|
6
|
Kepala Dusun
| |
7
|
Tuha Peut
| |
VARIABEL
|
KEPENTINGAN
| ||
TINGGI
|
RENDAH
| ||
PENGARUH
|
TINGGI
|
-Keuchik
-Kaur Pembangunan
-Kaur Pemerintahan
|
-Pemuda/i
-Kader Gampong
|
RENDAH
|
-Sekretaris Gampong
-PKK
-Tuha Peut
-Imum Meunasah
-Kepala Dusun
|
-Petani
-Kelompok Wirid/Yasin
| |







.jpg)













.gif)