Mesjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman dibangun pertama oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 H/1612 M, namun telah terbakar habis pada agresi tentara Belanda kedua pada bulan shafar 1290/April 1873 M.

Rumah Adat Aceh

Rumah tradisional Aceh oleh warga setempat disebut rumoh Aceh. Bentuknya seragam, yakni persegi empat memanjang dari timur ke barat. Konon, letak yang memanjang itu dipilih untuk memudahkan penentuan arah kiblat.

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh dirancang oleh arsitek asal Indonesia, Ridwan Kamil. Museum Tsunami Aceh terletak di pusat kota Banda Aceh kira-kira 1 Km dari Mesjid Raya Baiturrahman. Adapun fungsi museum ini adalah sebagai objek sejarah, sebagai pusat penelitian dan pembelajaran tentang bencana tsunami.

pantai Ulee Lheue

Salah satu pantai terindah di Aceh. Pantai ini sangat ramai dikunjungi pengunjung ketika sore hari untuk menikmati indahnya sunset yang tak akan pernah bisa dilupakan. Pantai ini pernah terkena terjangan tsunami tahun 2004.

Taman Sari

Ruang terbuka hijau yang terletak di tengah Kota Banda Aceh ini menyediakan beberapa fasilitas publik seperti taman bermain anak dan hotspot gratis. Taman ini merupakan taman terindah kota Banda Aceh.

Wednesday, October 2, 2013

Di Indonesia Sony Xperia Z1 Dibanderol Rp. 8.499.000

Bertempat di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Sony meluncurkan flagship terbarunya, Sony Xperia Z1, yang dikenal bocorannya dengan nama Honami. Smartphone Android berkamera 20 MP ini adalah senjata baru Sony, yang kini ada di posisi 3 vendor smartphone terbesar di Indonesia, untuk meraih peringkat yang lebih tinggi lagi tahun depan.

Windows 8.1 Sudah Bisa Dipesan

Setelah dikembangkan dan memasuki tahap RTM pada bulan Agustus 2013 lalu, Microsoft akhirnya mulai bersiap untuk merilis Windows 8.1. Sistem operasi tersebut sekarang sudah bisa dipesan melalui Microsoft Store dan akan dirilis pada tanggal 18 Oktober 2013 mendatang.

Selama Dua Hari Ke Depan, Aceh Diguyur Hujan Ringan

BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang, Aceh Besar memprakirakan, selama dua hari ke depan Aceh diguyur hujan ringan. Pun demikian, Aceh dengan suhu udara 21 - 33 derajat selsius dan kelembaban 60 - 96 persen, masyarakat disarankan mengkonsumsi buah-buahan.

Prakirawan BMKG Blang Bintang Aceh Besar, Jaya Martuah Sinaga, kepada Serambinews.com, Kamis (02/10) mengabarkan, angin ketinggian permukaan sampai 3000 feet, umumnya bertiup dari arah Barat dengan kecepatan 06 - 32 kilometer per jam.

Sementara tinggi gelombang perairan Aceh 0.75 - 2.0 meter. Tinggi gelombang perairan Utara dan Timur Aceh, diperkirakan 0.5 - 1.5 meter. Sedangkan diperairan Barat dan Selatan Aceh, tinggi gelombangnyadiperkirakan 0.5 - 1.5 meter.

Aktor Mr Bean, Rowan Atkinson, Dikabarkan Masuk Islam

Lama tak terdengar kabarnya, aktor komedi Rowan Atkinson atau lebih tenar dengan sebutan 'Mr Bean', Selasa (1/10/2013) diberitakan mengikrarkan ke-Islamannya.

Sebagaimana dilansir sadabladi.com dan diperkuat oleh media Israel israellycool, lalu kemudian dikutip oleh situs Islampos, Mr Bean menerangkan setelah `menonton' film fitnah tentang nabi Muhammad SAW "Innocent of Muslim" adalah penyebab utama ia dirinya memantapkan hati pada keyakinan barunya.
Benarkah kabar itu? Sayangnya `Mr Bean' tak berbicara banyak ketika ditanya media, hanya mengangkat jari saja sebagai isyarat dia bersyahadat.
Menurut beberapa sumber portal media, Sheikh Rashid Ghannousyi, adalah salah seorang pembimbing Mr Bean. Banyak yang memberi selamat kepadanya di sepanjang jalan.
Bakat seniman legendaris ini tidak dimiliki oleh setiap artis komedi, diam adalah ciri khas lawakan dari pelawak yang memulai debut kariernya dari teater.
Menurut situs Islampos, media-media mainstream di Inggris belum banyak memberitakannya. Namun sebagian media Arab sudah menurunkan berita Rowan sudah jadi mualaf.
Tribunnews.com sendiri memantau kabar ini jadi obrolan ramai di jejaring Facebook. Seorang facebookers bertanya-tanya kebenaran kabar tersebut karena belum terkonfirmasi langsung dari bibir Rowan Atkinson, kecuali hanya isyarat tangan yang bisa diartikan macam-macam.
"Aku cari-cari kebenaran beritanya di google kok nggak ketemu ya?" komentar seorang facebooker setelah membaca tautan berita dari situs Islampos.

Kunci Ka’bah Diganti pada Tahun Baru Hijriah

MAKKAH - Kunci pintu Ka’bah yang telah berusia 30 tahun akan diganti baru seusai dicuci pada Tahun Baru Hijriah, 1 Muharram 1435  atau 5 November 2013. Hal ini untuk membantah rumor sebelumnya, bahwa kunci pintu telah diganti, padahal hanya diperbaiki karena telah berkarat, sehingga pintu sulit dibuka.
Prosesi pembersihan Ka’bah biasanya dilakukan dua kali dalam setahun yakni pada setiap bulan Muharram dan awal Sya’ban.  “Kunci baru akan diserahkan secara resmi kepada Sadin (penjaga Ka’bah) dan saat ini telah selesai dibuat,” kata Ahmad bin Muhammad Al-Mansouri, Juru Bicara Kepresidenan Jenderal Dua Masjid Suci, Senin (30/9/2013).
Al-Mansouri meminta seluruh umat Muslim untuk tidak mempercayai rumor atau laporan yang tidak benar tentang pergantian kunci. “Setiap orang seharusnya meyakini konfirmasi laporan dari pejabat yang berwenang atas masalah ini,” ujarnya. Dia mengatakan permintaan pergantian kunci datang dari mantan Sadin senior yang telah meninggal dunia, Syeikh Abdul Aziz Al-Shaibi.
Abdul Aziz Al-Shaibi mengirim sebuah surat kepada Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Abdullah pada 15 Zulhijjah 1429 Hijriah atau 13 Desember 2008 yang juga bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji. Abdul Azis mengaku sulit membuka pintu Ka’bah saat akan dibersihkan pada Tahun Baru Hijriah, 1 Sya’ban 1429.
Azis menyatakan kunci telah berusia 30 tahun lebih dan telah berkarat, sehingga sempat dibawa sebuah bengkel untuk diperbaiki, tetapi, dikembalikan lagi ke posisinya 12 jam kemudian. Prihal ini,  Al-Mansouri mengatakan kerajaan telah mengeluarkan perintah kepada Badan Sains dan Teknologi King Abdulaziz (KACST) untuk mempelajari secara detil agar kunci bisa diganti baru pada  15 Mei 2009.
Menurut dia, tim KACST telah membuat kunci yang sesuai dengan aslinya dengan bentuk lebih unik.  Tim juga mempertimbangkan laporan Sadin bahwa kunci tidak berfungsi dengan baik dan menyarankan diganti dengan emas 18 karat agar tidak berkarat lagi. Disebutkan, pembuatan kunci baru berdasarkan persetujuan kerajaan dan didesain oleh KACST berdasarkan kunci lama.
Sebelumnya dilaporkan, Kepresidenan Umum Dua Masjid Suci mengumumkan kunci Ka’bah diganti. Penggantian dilakukan setelah petugas kebersihan yang mencuci Ka’bah melihat kunci yang berusia 30 tahun itu berkarat. Seperti dilansir Arab News, Selasa (1/10), kunci yang baru diserahkan kepada sadin atau penjaga kunci senior Syeikh Abdulqader Al-Shaibi.
Juru Bicara Kepresidenan Jenderal Dua Masjid Suci Ahmad bin Muhammad Al-Mansouri mengatakan, pemeriksaan kunci Ka’bah diatur dalam dekrit kerajaan 2009. Pemeriksaan kunci dilakukan oleh Badan Sains dan Teknologi King Abdulaziz (KACST).
Lembaga ilmu pengetahuan itu melakukan studi teknis dan meneliti spesifikasi yang tepat kunci pintu Ka’bah atas permintaan sadin senior. Kunci yang berkarat tidak bisa bekerja dengan baik. Mansouri mengatakan kunci baru Ka’bah yang terbuat dari emas 18 karat akan dikirim ke sadin atas permintaan dari Istana Kerajaan sesuai ketentuan hukum atas urusan Dua Masjid Suci

Aceh Besar Mulai Lagi Program Transmigrasi

JANTHO - Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah bersama rombongan, Selasa (1/10) meninjau lokasi pembangunan rumah transmigran di kawasan Leungah, Kecamatan Seulimuem. Ini sekaligus menandai dimulainya lagi program transmigrasi di Aceh Besar setelah sempat terhenti akibat konflik.

Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Aceh Besar, Muhammad Iswanto kepada Serambi menginformasikan, kunjungan kerja Bupati Mukhlis Basyah ke lokasi transmigrasi yang didanai APBN sebesar Rp 5 miliar tersebut disertai beberapa Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), seperti Staf Ahli Drs Zamri A Rafar, Kadis BMCK Ir Ismaryadi MSi, Kadis Pengairan Ir Azwar MM, Kadisnakertrans Drs Burdan ZZ, dan Kasubbag Kerja Sama Media Massa Muzakkir.
Menurut Iswanto, Bupati Aceh Besar selain melihat langsung kemajuan pembanguann fisik lokasi yang nantinya akan ditempati oleh 100 kepala keluarga (KK) transmigran lokal tersebut sekaligus mengunjungi daerah terpencil di wilayahnya. “Kunjungan ini adalah upaya pemerintah memonitoring langsung kemajuan pembangunan lokasi trasmigrasi, namun tidak hanya di Leungah tetapi semua proyek yang ada di Aceh Besar akan diawasi secara ketat agar tidak ada penyimpangan,” tandas Bupati Aceh Besar.
Bupati Mukhlis Basyah berharap kepada dinas terkait untuk terus memantau pembangunan lokasi transmigrasi Leungah agar pembangunan rumah dan berbagai fasilitas pendukungnya sesuai dengan yang diinginkan dan penempatan transmigran nantinya bisa terlaksana sesuai jadwal, yaitu pada akhir November tahun ini.
Dihadapan warga masyarakat Leungah, Bupati Aceh Besar mengatakan, dengan adanya pembangunan lokasi transmigrasi akan dapat meningkatkan taraf hidup dan area pertanian di gampong tersebut. “Dengan ketersediaan lahan yang begitu luas untuk pertanian bisa dipastikan lokasi transmigrasi akan berkembang dan mempercepat kemajuan bagi kawasan Leungah,” ujar Mukhlis Basyah.
Dimulainya kembali program transmigrasi di Kabupaten Aceh Besar diapresiasi oleh berbagai kalangan, tak terkecuali Keuchik Leungah, M Yusuf. “Sebelum lokasi itu ditempati oleh transmigran, kami berharap Pemkab Aceh Besar melengkapi berbagai kebutuhan utama, termasuk air bersih,” kata M Yusuf.
Menurut M Yusuf, Pemkab Aceh Besar lokasi permukiman transmigrasi Leungah tersebut berada di atas perbukitan dan sumber air untuk kehidupan sangat jauh. “Kami berharap pembangunan sarana air bersih menjadi perhatian utama sebelum warga menempati rumah,” ujar Keuchik Yusuf di hadapan Bupati Aceh Besar dan rombongan yang meninjau lokasi tersebut, Selasa (1/10) siang.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan TransmigrasiAceh Besar, Drs Burdan ZZ menyebutkan, pembangunan lokasi transmigrasi Leungah menghabiskan dana Rp 5 miliar yang bersumber dari APBN. Lokasi tersebut diperuntukkan bagi 100 KK dan rencananya sudah bisa ditempati akhir November 2013.
Warga transmigrasi Leungah nantinya selain mendapatkan rumah tipe 36, juga jatah hidup (jadup), lahan seluas masing-masing 1 hektare yang dibagi untuk lahan pakarangan setengah hektare dan lahan pertanian setengah hektare. Di lokasi juga dibangun sarana ibadah, gudang, balai desa, dan pada tahap selanjutnya pembangunan sarana olahraga dan sarana air bersih,” kata Burdan.JANTHO - Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah bersama rombongan, Selasa (1/10) meninjau lokasi pembangunan rumah transmigran di kawasan Leungah, Kecamatan Seulimuem. Ini sekaligus menandai dimulainya lagi program transmigrasi di Aceh Besar setelah sempat terhenti akibat konflik.
Kabag Humas dan Protokoler Setdakab Aceh Besar, Muhammad Iswanto kepada Serambi menginformasikan, kunjungan kerja Bupati Mukhlis Basyah ke lokasi transmigrasi yang didanai APBN sebesar Rp 5 miliar tersebut disertai beberapa Kepala Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), seperti Staf Ahli Drs Zamri A Rafar, Kadis BMCK Ir Ismaryadi MSi, Kadis Pengairan Ir Azwar MM, Kadisnakertrans Drs Burdan ZZ, dan Kasubbag Kerja Sama Media Massa Muzakkir.
Menurut Iswanto, Bupati Aceh Besar selain melihat langsung kemajuan pembanguann fisik lokasi yang nantinya akan ditempati oleh 100 kepala keluarga (KK) transmigran lokal tersebut sekaligus mengunjungi daerah terpencil di wilayahnya. “Kunjungan ini adalah upaya pemerintah memonitoring langsung kemajuan pembangunan lokasi trasmigrasi, namun tidak hanya di Leungah tetapi semua proyek yang ada di Aceh Besar akan diawasi secara ketat agar tidak ada penyimpangan,” tandas Bupati Aceh Besar.
Bupati Mukhlis Basyah berharap kepada dinas terkait untuk terus memantau pembangunan lokasi transmigrasi Leungah agar pembangunan rumah dan berbagai fasilitas pendukungnya sesuai dengan yang diinginkan dan penempatan transmigran nantinya bisa terlaksana sesuai jadwal, yaitu pada akhir November tahun ini.
Dihadapan warga masyarakat Leungah, Bupati Aceh Besar mengatakan, dengan adanya pembangunan lokasi transmigrasi akan dapat meningkatkan taraf hidup dan area pertanian di gampong tersebut. “Dengan ketersediaan lahan yang begitu luas untuk pertanian bisa dipastikan lokasi transmigrasi akan berkembang dan mempercepat kemajuan bagi kawasan Leungah,” ujar Mukhlis Basyah.
Dimulainya kembali program transmigrasi di Kabupaten Aceh Besar diapresiasi oleh berbagai kalangan, tak terkecuali Keuchik Leungah, M Yusuf. “Sebelum lokasi itu ditempati oleh transmigran, kami berharap Pemkab Aceh Besar melengkapi berbagai kebutuhan utama, termasuk air bersih,” kata M Yusuf.
Menurut M Yusuf, Pemkab Aceh Besar lokasi permukiman transmigrasi Leungah tersebut berada di atas perbukitan dan sumber air untuk kehidupan sangat jauh. “Kami berharap pembangunan sarana air bersih menjadi perhatian utama sebelum warga menempati rumah,” ujar Keuchik Yusuf di hadapan Bupati Aceh Besar dan rombongan yang meninjau lokasi tersebut, Selasa (1/10) siang.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Aceh Besar, Drs Burdan ZZ menyebutkan, pembangunan lokasi transmigrasi Leungah menghabiskan dana Rp 5 miliar yang bersumber dari APBN. Lokasi tersebut diperuntukkan bagi 100 KK dan rencananya sudah bisa ditempati akhir November 2013.
Warga transmigrasi Leungah nantinya selain mendapatkan rumah tipe 36, juga jatah hidup (jadup), lahan seluas masing-masing 1 hektare yang dibagi untuk lahan pakarangan setengah hektare dan lahan pertanian setengah hektare. Di lokasi juga dibangun sarana ibadah, gudang, balai desa, dan pada tahap selanjutnya pembangunan sarana olahraga dan sarana air bersih,” kata Burdan.

Dana Pengukuhan Wali Dikecam

BANDA ACEH - Usulan dana Rp 50 miliar untuk acara pengukuhanWali Nanggroe sebagaimana disampaikan Ketua Komisi A DPRA, Adnan Beuransyah menuai kecaman dari berbagai kalangan. Hampir semua kalangan yang memberikan tanggapan menilai usulan itu tidak masuk akal dan menciderai rasa keadilan masyarakat Aceh sehingga harus dipertimbangkan.